24 September 2017

Perbedaan Dan Contoh Persilangan Monohibrid dan Dihibrid Beserta Gambar

Perbedaan Dan Contoh Persilangan Monohibrid dan Dihibrid Beserta Gambar

Selamat datang di Guruipa.com, dikesempatan kali ini kita akan membahas Perbedaan Persilangan Monohibrid dan Dihibrid, taukah anda apa itu monohibrid? taukah anda apa itu Dihibrid, kami akan menjelaskn secara singkat pengertian keduanya.

Pengertian Monohibrid

Secara garis besar Monohibrid merupakan persilangan dengan satu tanda/sifat beda

Contoh: buah mangga yang rasanya manis disilangkan dengan buah mangga yang rasanya asam

Pengertian Dihibrid

Berbeda dengan monohibrid pengertian dihibrid yaitu merupakan persilangan dengan dua tanda/sifat beda

Contoh: tanaman semangka manis berbiji banyak disilangkan dengan tanaman semangka kurang manis tidak berbiji.

Persilangan Monohibrid

Perkawinan dua individu berbeda disebut persilangan. Kawin silang yang hanya memperhatikan satu sifat beda disebut persilangan monohibrid.

Contohnya saat kita akan mengawinkan kacang ercis berbiji bulat (SS) dengan kacang ercis berbiji kisut (ss). Maka ketika pohon keduanya dikawinkan akan terjadi persilangan antara genotip SS dengan genotip ss, seperti pada gambar di bawah ini. Hasil perkawinan menunjukkan generasi F1 memiliki genotip Ss semua.


Perbedaan Dan Contoh Persilangan Monohibrid dan Dihibrid Beserta GambarJika SS adalah sifat yang dominan dan ss menunjukkan sifat gen resesif, maka biji yang dihasilkan akan berbentuk bulat semua. Dan jika generasi F1, Ss dikawinkan dengan sesama Ss, maka akan muncul generasi F2 dengan perbandingan genotip SS : Ss : ss = 1 : 2 : 1, sedangkan perbandingan fenotip bentuk biji bulat : biji kisut = 3 : 1 (perhatikan gambar di bawah ini! ).

Kawin silang antara dua individu dengan mengamati dua sifat yang berbeda disebut persilangan dihibrid. Misalkan kita mengawinkan kacang ercis yang berbiji bulat kuning (SSKK) dengan yang berbiji kisut hijau (sskk).

Maka ketika pohon keduanya dikawinkan akan terjadi persilangan antara genotif SSKK dengan genotip sskk, seperti pada gambar di bawah ini. Hasil perkawinan menunjukkan generasi F1 memiliki genotip SsKk semua.

Jika SS dan KK adalah sifat yang dominan sedangkan ss dan kk menunjukkan sifat gen resesif, maka biji yang dihasilkan akan berbentuk bulat dan berwarna kuning semua.

Generasi F1, SsKk dikawinkan dengan sesama SsKk, maka akan muncul generasi F2 dengan perbandingan fenotip bulat kuning : bulat hijau : kuning kisut : kisut hijau adalah 9 : 3 : 3 : 1 (Lihat gambar di atas!). 
Perbedaan Dan Contoh Persilangan Monohibrid dan Dihibrid Beserta Gambar



Persilangan Dihibrid

Berbeda dengan persilangan monohibrid, persilangan dihibrid ini hanya memperhatikan dua sifat berbeda saja sementara sifat berbeda lainnya diabaikan.

Persilangan dihibrid ini juga pertama kali dikemukakan oleh Mendel. Dalam percobaan yang dilakukan sama seperti pada persilangan monohibrid yaitu menggunakan tanaman kacang ercis. 
Perbedaan Dan Contoh Persilangan Monohibrid dan Dihibrid Beserta Gambar
Mendel menemukan ada dua sifat beda yang diteliti, yaitu bentuk biji dan warna biji tanaman ercis.

Sifat beda bentuk biji meliputi ercis bentuk biji bulat dan bentuk biji keriput, sedangkan sifat beda warna biji meliputi ercis warna biji kuning dan ercis warna biji hijau.

Lalu Mendel menyilangkan kacang ercis biji bulat warna kuning dengan biji ercis biji keriput warna hijau. Kedua induk yang dipakai telah menggunakan galur murni homozhygot.

Dari hasil persilangan ini, Mendel menemukan perbandingan fenotip yang menarik pada F2 nya, yaitu perbandingan yang dihasilkan pada ercis biji bulat warna kuning ; bulat hijau ; keriput kuning ; keriput hijau adalah 9 : 3 : 3 : 1.

Dalam banyaknya persilangan yang dilakukan, sebagian besar mengalami keberhasilan. Individu baru yang dihasilkan lebih baik dari kedua induk yang disilangkan.

Perbedaan Dan Contoh Persilangan Monohibrid dan Dihibrid Beserta Gambar
Tetapi, dalam persilangan juga terdapat kendalanya sendiri, antara lain proses pengawinan dua spesies berbeda yang terkadang tidak cocok, serta dua induk harus dalam keadaan sehat agar hasil keturunannya bisa maksimal.

Berikut Penjelasan kami tentang Perbedaan Dan Contoh Persilangan Monohibrid dan Dihibrid Beserta Gambar, terima kasih semoga bermanfaat.

26 Agustus 2017

Jenis-jenis Konjungsi Dan Contoh konjungsi

Jenis-jenis Konjungsi Dan Contohnya


Selamat datang di  GuruIpa.com, Konjungsi atau yang sering kita kenal dengan kata penghubung atau kata sambung. Kata penghubung termasuk kata tugas yang berfungsi menghubungkan antar klausa, antar akalimat, atau antar paragraf. Konjungsi antarklausa diletakkan di di tengah-tengah kalimat, antara induk kalimat dan anak kalimat. Konjungsi antar kalimat diletakkan di awal kalimat. Sedangkan konjungsi antar paragraf diletakkan di awal paragraf.

Kata penghubung antar klausa umumnya terletak di tengah -tengah kalimat. Untuk kata penghubung antarkalimat, biasanya terletak di awal kalimat, setelah tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru. Sementata kata penghubung antar paragraf, diletakkan di awal paragraf. Berikut jenis-jenis konjungsi:

A. Konjungsi Intra Kalimat


Konjungsi intra kalimat atau antar klausa adalah kata yang didalamnya mengaitkan atau menggabungkan klausa induk dan klausa anak. Dan biasanya banyak didapati ditengah-tengah kalimat. Di dalam intra kalimat (antar klausa), ada dua jenis kata penghubung atau konjungsi, adalah konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif, Berikut penjelasannya :

1. Konjungsi Koordinatif


Konjugsi Koordinatif yakni kata penghubung yg menggandengkan dua klausa atau lebih yg memiliki posisi sebanding. sample konjungsi koordinatif merupakan : dan, tetapi, atau, sedangkan, lagi pula, padahal, lalu, kemudian.
Berikut tabel contoh konjungsi koordinatif

Jenis-jenis Konjungsi Dan Contoh konjungsi2. Konjungsi Subordinatif

Konjugsi Subordinatif yaitu kata penghubung yg mengaitkan dua klausa atau lebih bersama kedudukan yg tak sama derajatnya, diantaranya : kala, sejak, agar, seperti, sesudah, jikalau, andai, seandainya, agar, bagai, petitih, maka, karena.
Berikut tabel contoh konjungsi subordinatif

Jenis-jenis Konjungsi Dan Contoh konjungsi


B. Konjungsi Antar Kalimat


Konjungsi antar kalimat yakni kata penghubung yg menggandengkan kalimat yg satu bersama kalimat yg yang lain. Konjungsi antar kalimat ini diperlukan kepada menyebut keuntungan yg berbeda-beda. sample konjungsi antar kalimat diantaranya : oleh sebab itu, namun, sebelum itu, dapat sekalipun, bersama begitu, hanya itu, tidak cuma itu, setelah itu, sebaliknya.

1 Agustus 2017

Inilah Pengertian Sublimasi dan Contoh Sublimasi Lengkap

Inilah Pengertian Sublimasi dan Contoh Sublimasi Lengkap – Kita mengetahui bahwa didalam zat kimia terjadi banyak proses yang ada di dalamnya. Proses yang terjadi ada yang mengubah benda padat menjadi cair, mengubah benda cair menjadi gas, mengubah gas menjadi padat, dan seterusnya.

Perubahan dalam proses zat kimia tersebut memerlukan suatu metode yang tepat agar dapat di gunakan dan mendapat hasil yang di inginkan. Pada zat kimia tersebut kita harus hati-hati dalam menggunakannya karena ada beberapa zat yang membahayakan bagi kita.

Di dalam melakukan perubahan di dalam kimia terdapat suatu metode yang dinamakan sublimasi. Untuk dapat mengenal lebih jauh mengenai sublimasi akan di jelaskan sebagai berikut.

Inilah Pengertian Sublimasi dan Contoh Sublimasi

Pengertian Sublimasi

Sublimasi adalah suatu istilah yang ada didalam kimia yang berhubungan dengan zat yang berubah. Kata sublimasi juga di gunakan untuk menyebutkan metode yang di gunakan untuk memisahkan campuran kimia. Perubahan zat dalam sublimasi adalah dengan mengubah zat padat ke gas atau sebaliknya.

Bila partikel yang ada pada zat padat di berikan suhu pada tingkatan tertentu akan membuat partikel tersebut menyumblin dan selanjutnya menjadi gas. Dan ketika di balikkan suhu tersebut akan membuat wujudnya menjadi padat kembali.

Proses dalam pemisahan campuran dengan sublimasi adalah dengan cara memanaskan zat padat tersebut yang telah terlarut di dalamnya sehingga zat padat itu menjadi gas. Gas yang telah di hasilkan kemudian di tampung lalu di dinginkan kembali. Untuk dapat memisahkan campuran dengan cara sublimasi di perlukan syarat ketika partikel yang bercampur di haruskan memiliki suatu titik perbedaan didih yang besar sehingga akan menghasilkan uap dengan tingkat kemurnian yang di miliki tinggi.

Contoh Sublimasi

Contoh dari sublimasi adalah pada proses pembuatan kapur barus. Pada campuran kapur barus dan juga arang akan di panaskan sehingga kapur tersebut dapat menyumblin dan selanjutnya menguap. Setelah menguap maka akan di lakukan proses pendinginan yang akan membut zat gas tersebut menjadi padat kembali.



Itulah tadi penjelasan mengenai Pengertian Sublimasi dan Contoh Sublimasi Lengkap yang di jelaskan GuruIPA. Dengan melakukan proses penyumblinan dapat memisahkan antara campuran benda padat dengan mengubahnya menjadi gas dan di kembalikan lagi menjadi padat dengan proses pendinginan. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Inilah Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Tugas, Unsur dan Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran Lengkap

Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Tugas, Unsur dan Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran Lengkap – Administrasi perkantoran adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan keuangan, penagihan dan pencatatan, personalia dan distribusi barang dan logistik dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

administrasi perkantoran

George R. Terry

Menurut George R. Terry, Administrasi Perkantoran adalah perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakan agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan.

Millis Geoffrey

Menurut Millis Geoffrey, Administrasi Perkantoran adalah seni membimbing personel kantor dalam menggunakan sarana yang sesuai dengan lingkungan demi mencapai tujuan yang ditetapkan.

W.H. Evans

Menurut W.H. Evans, Administrasi Perkantoran adalah fungsi yang menyangkut manajemen dan pengarahan semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan keterangan, komunikasi, dan ingatan organisasi.

William Leffingwell dan Edwin Robinson

Menurut William Leffingwell dan Edwin Robinson, Administrasi perkantoran merupakan cabang ilmu manajemen yang berbicara pada pelaksanaan pekerjaan dalam perkatoran secara efisien, dimana, dan kapan pekerjaan itu mesti dilakukan.

Fungsi Administrasi Perkantoran

Fungsi Rutin
Fungsi Rutin Administrasi perkantoran adalah fungsi administrasi perkantoran yang membutuhkan pemikiran minimal yang mencakup pengarsipan, penggandaan dan lainnya. Biasanya fungsi rutin dilakukan oleh para staf administrasi yang harus bertanggung jawab atas aktivitas administrasi dalam sehari-hari.

Fungsi Teknis
Fungsi teknis administrasi perkantoran yaitu fungsi yang membutuhkan pendapat, keputusan dan keterampilan dalam perkantoran yang memadai, misalnya mengetahui penggunaan beberapa software. Fungsi teknis ini sering dilakukan para staf administrasi yang berada di departemen Teknologi Informasi.

Fungsi Analisis
Fungsu ini dalam administrasi perkantoran yang membutuhkan pemikiran yang kreatif dan kritis diikuti dengan adanya kemampuan dalam mengambil keputusan. Fungsi analisis ini biasanya dilakukan oleh seorang asisten manajer yang memiliki tanggung jawab dalam mendukung keputusan yang dibuat atasannya.


Fungsi Interpersonal
Fungsi pada administrasi perkantoran ini membutuhkan penilaian dan analisis yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan serta keterampilan yang berkaitn dengan orang lain. Fungsi interpersonal ini sering dilakukan oleh staf administrasi sebagai jenjang karir sebelum naik jabatan menjadi manajer dalam suatu organisasi.

Fungsi Manajerial
Fungsi administrasi perkantoran ini membutuhkan perencanaan, pengoraganisasi, pemotivasian dan pengukuran. Biasanya fungsi manajerial ini dilakukan oleh staf yang setingkat dengan manajer yang akan bertanggung jawab akan pelaksanaan sistem dan prosedur dalam administrasi organisasi.

Tujuan Dan Tugas Administrasi Perkantoran

Adapun tujuan dan tugas  dari administrasi perkantoran, diantaranya:

  • Menangani segala keluhan atau pertanyaan dari konsumen tentang prosedur dan kebijakan.
  • Mengawasi segala pekerjaan kantor dan administrasi guna memastikan adanya kepatuhan terhadap standar kualitas, tenggat waktu dan prosedur yang tepat.
  • Memberikan bimbingan pada karyawan dalam menangani permasalahan yang sulit.
  • Menerapkan kebijakan dan memberikan standar pelayanan didalam hubungan dengan manajemen.
  • Mendiskusikan masalah prestasi kerja kepada karyawan guna  mengidentifikasi penyebab dari segala permasalahan dan berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut.
  • Melatih karyawan untuk menjalankan tugasnya.
  • Merekrut karyawan, wawancara dan memilihnya.
  • Menafsirkan dan mengomunikasikan segala prosedur kerja dan kebijakan perusahaan kepada staff.

Unsur-Unsur Administrasi Perkantoran

Unsur-unsur administrasi perkantoran melputi:
  • Organisasi, yaitu tempat dan kerja sama langkah kerja dalam mewujudkan tujuan penyelesaian pekerjaan yang telah ditetapkan)
  • Manajemen, yaitu rangkaian kegiatan penataan secara teratur agar pelaksanaan kegiatan administrasi perkantoran berjalan secara teratur dan terkendali.
  • Personalia, yaitu bentuk aktivitas yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam organisasi kerja.
  • Keuangan, yaitu kegiatan yang dilakukan terkait dengan pengelolaan anggaran.
  • Perlengkapan, yaitu kegiatan mengelola segala kebutuhan perabotan kantor, mesin kantor, alat tulis kantor, dan perlengkapan ruang kerja lainnya.
  • Ketatausahaan, yaitu aktivitas pengolahan informasi yang dibutuhkan untuk membantu proses penyelesaian pekerjaan pokok organisasi.
  • Komunikasi, yaitu aktivitas yang menyelenggarakan pendistribusian informasi pada proses penyelesaian pekerjaan pada organisasi kerja.
  • Hubungan masyarakat, kegiatan yang menghubungkan kepentingan internal organisasi kerja dengan eksternal organisasi kerja yang ada kepentingan dengan organisasi kerja atau sebaliknya.

Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran

Ruang lingkup administrasi perkantoran meliputi:
1. Kegiatan kantor, hal ini meliputi:
  • Perencanaan perkantoran
  • Pengorganisasian perkantoran
  • Pengarahan perkantoran
  • Pengawasan perkantoran
2. Sarana dan Fasilitas Kerja Perkantoran, hal ini meliputi:
  • Lokasi kantor
  • Gedung
  • Peralatan
  • Interior
  • Mesin Kantor
Demikian yang bisa saya bahas tentang ”Pengertian, Fungsi, Tujuan, Tugas, Unsur dan Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran Lengkap“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

21 Juli 2017

Inilah Pengertian Gelombang, Manfaat, Sifat, Jenis, Besaran, Rumus dan Contoh Soal Gelombang Lengkap

Gelombang : Pengertian, Manfaat, Sifat, Jenis, Besaran, Rumus dan Contoh Soal Gelombang Lengkap – Gelombang adalah suatu bentuk getaran yang merambat pada suatu medium. Yang disebut gelombang adalah gelombang yang merambat bukan zat medium perantaranya. Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang tranversal) atau menghitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal). Cepat rambat gelombang adalah suatu jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam waktu satu detik.

Gelombang

Manfaat Gelombang

Pemanfaatan gelombang mempertimbangkan berbagai sifat gelombang yang ada di sekitar kita. Misalnya:
  • Pada gelombang TV dan Radio untuk komunikasi.
  • Pada gelombang Micro yang dimanfaatkan untuk memasak makanan (microwave)
  • Pada gelombang bunyi yang sangat membantu pada bidang kesehatan, yaitu Ultrasonik pada peralatan USG untuk memeriksa ada tidaknya penyakit.

Sifat Sifat Gelombang

Dipantulkan (Refleksi)

Dalam pemantulan gelombang berlaku hukum pemantulan gelombang, yaitu:
“Besar sudut datangnya suatu gelombang sama dengan sudut pantul gelombang”. Gelombang datang, gelombang pantul dan garis normal terletak pada satu bidang datar.

Dibiaskan (Refraksi)

Pembiasan gelombang adalah pembelokan arah rambat gelombang karena melalui medium yang berbeda kerapatannya.

Dipadukan (Interferensi)

Perpaduan gelombang terjadi apabila terdapat gelombang dengan frekuensi dan beda fase saling bertemu. Hasil dari interferensi gelombang akan ada 2, yaitu konstruktif atau saling menguatkan dan destruktif atau saling melemahkan. Interferensi Konstruktif ini terjadi saat 2 gelombang bertemu pada fase yang sama, sedangkan interferensi destruktif terjadi pada saat 2 gelombang bertemu pada fase yang berlawanan.

Dibelokkan (Difraksi)

Difraksi gelombang adalah pembelokkan/penyebaran gelombang jika gelombang tersebut melalui celah. Gejala difraksi akan semakin tampak jelas apabila celah yang dilewati semakin sempit.

Dispersi Gelombang

Dispersi adalah penyebaran bentuk gelombang saat merambat melalui suatu medium. Dispersi tidak akan terjadi pada gelombang bunyi yang merambat melalui udara atau ruang hampa. Medium yang dapat mempertahankan bentuk gelombang disebut medium nondispersi.

Dispolarisasi

Polarisasi adalah peristiwa terserapnya sebagian arah getar gelombang sehingga hanya tinggal memiliki satu arah saja. Polarisasi hanya akan terjadi pada gelombang transversal, karena arah gelombang sesuai dengan arah polarisasi dan sebaliknya, akan terserap apabila arah pada gelombang tidak sesuai dengan arah polarisasi celah tersebut.

Jenis Jenis Gelombang

Ada banyak macam macam jenis gelombang yang dikelompokan berdasarkan medium, arah getaran dan arah rambat dan juga amplitudonya.

Berdasarkan Medium Gelombang

Berdasarkan mediumnya, gelombang dibagi dua, yakni:

Gelombang Mekanik
Gelombang mekanik adalah gelombang yang dalam proses perambatannya memerlukan medium atau zat perantara. Artinya jika tidak ada medium, maka gelombang tidak akan terjadi. Contoh gelombang mekanik, diantaranya: gelombang bunyi yang zat perantaranya udara, jadi apabila tidak ada udara maka bunyi tidak akan terdengar.

Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dalam proses perambatannya tidak memerlukan medium atau zat perantara. Artinya gelombang ini dapat merambat dalam keadaan apapun tanpa adanya medium. Contoh gelombang elekromagnetik diantaranya: gelombang cahaya yang terus ada dan tidak memerlukan zat perantara.

Berdasarkan Arah Getar dan Arah Rambat

Berdasarkan arah getar dan arah rambatnya, Gelombang dibagi menjadi dua, yakni:

Gelombang Transversal
Pengertian gelombang transversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatannya. Bentuk Getarannya berupa lembah dan bukit. Contohnya gelombang transversaldiantaranya dapat dilihat pada gelombang tali apabila diayunkan

Gelombang Longitudinal
Pengertian Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarannya. Bentuk getarannya berupa rapatan dan renggangan.

Berdasarkan Amplitudo

Berdasarkan amplitudo atau simpangan terjauhnya, Gelombang dibagi menjadi dua, yakni:

Gelombang Berjalan
Gelombang berjalan adalah gelombang yang amplitudonya tetap pada setiap titik yang dilalui suatu gelombang, Contohnya yaitu gelombang pada tali.

Gelombang diam
Gelombang diam adalah gelombang yang amplitudonya berubah, Contohnya yaitu gelombang pada senar gitar yang dipetik.

Besaran Besaran Gelombang

Panjang Gelombang

Panjang gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam satu periode. Pada gelombang transversal dan gelombang longitudinal, panjang gelombang adalah jarak antara dua titik yang memiliki fase gelombang yang sama.

Panjang gelombang dilambangkan dengan Î» (dibaca: lambda) dan satuan panjang gelombang adalah meter (m).

Periode Gelombang

Periode adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu gelombang. Periode dilambangkan T dan satuannya adalah detik (s).

Frekuensi Gelombang

Frekuensi adalah jumlah gelombang yang terbentuk selama satu detik. Frekuensi dilambangkan dengan dan satuan frekuensi adalah Hertz (Hz).

Cepat Rambat Gelombang

Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang selama satu detik. Cepat rambat gelombang dilambangkan dengan dan satuannya adalah m/s.

Rumus Gelombang

Hubungan antara cepat rambat gelombang (v), panjang gelombang (λ), periode (T), dan frekuensi (f) adalah:
rumus gelombangKeterangan:
v = cepat rambat gelombang (m/s)
λ = panjang gelombang (m)
T = periode (s)
f = frekuensi (Hz)

Contoh Soal Gelombang

1. Sebuah gelombang memiliki frekuensi 200 Hz. Apabila gelombang tersebut merambat dengan kecepatan 5 m/s, berapakah panjang gelombangnya?

Penyelesaian:

Diketahui:
f = 200 Hz
v = 5 m/s

Ditanya: λ…… ?

Jawab:
v = λ × f
λ = v/f
λ = 5/200 = 0,025
Jadi, panjang gelombangnya adalah 0,025 m = 2,5 cm

2.Sebuah gelombang dengan panjang gelombang 10 cm memerlukan waktu 0,1 s untuk menempuh satu panjang gelombang. Berapakah cepat rambat gelombang tersebut?

Penyelesaian:

Diketahui:
λ = 10 cm = 0,1 m
T = 0,1 s

Ditanya: v….. ?

Jawab:
v = λ/T
v= 0,1/0,1 = 5
Jadi, cepat rambat gelombang tersebut adalah 1 m/s.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Pengertian, Manfaat, Sifat, Jenis, Besaran, Rumus dan Contoh Soal Gelombang Lengkap .  Semoga bermanfaat

20 Juli 2017

Inilah Pengertian Kalimat Ambigu, Jenis dan Contoh Kalimat Ambigu Beserta Penjelasannya Lengkap

Pengertian Kalimat Ambigu, Jenis dan Contoh Kalimat Ambigu Beserta Penjelasannya Lengkap – Ambigu atau ketaksaaan merupakan suatu bentuk kalimat yang memiliki makna ganda. Ambiguitas juga dapat terjadi dalam berbagai tatanan bahasa, frasa dan klausa

Jenis Kalimat Ambigu

Berdasarkan bentuknya, keambiguan dalam kalimat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Ambiguitas Fonetik, Ambiguitas Grametikal dan Ambiguitas Leksikal.

kalimat ambigu

Ambiguitas Fonetik

Ambiguitas Fonetik adalah kembiguan yang terjadi karena adanya kesamaan bunyi-bunyi yang diucapkan dan biasanya keambiguan ini terjadi di dalam dialog atau percakapan sehari-hari. Contoh kalimat ambigu fonetik, salah satunya:


Kemarin dila datang memberi tahu
Kalimat diatas menimbulkan keambiguan karena memiliki dua makna, apakah kemarin dila datang memberi tahu berupa makanan atau memberi suatu informasi.


Untuk mengetahui makna kalimat tersebut secara keseluruhan, maka harus mendengarkan pembicaraan secara utuh.

Ambiguitas Gramatikal

Ambiguitas gramatikal adalah keambiguan yang terjadi karena proses pembentukan suatu ketatabahasaan baik pembentukan kata, frasa, maupun kalimat. Kata atau frasa yang memiliki keambiguitasan jenis ini akan hilang apabila dimasukkan ke dalam kalimat. Contoh kalimat ambigu gramatikal, antara lain :

Orang tua

Kata diatas memiliki dua makna ganda, orang tua yang berarti bapak dan ibu atau orang tua yang berarti orang yang sudah tua. Oleh karena itu, untuk mengetahui makna yang sebenarnya harus disatukan dalam satu kalimat, contohnya:
  • Orang tua Alya tidak dapat menghadiri rapat.
  • Orang tua itu hendak ke rumah saudaranya namun tersesat.

Ambiguitas Leksikal

Ambiguitas Leksikal adalah Keambiguan yang terjadi karena faktor kata itu sendiri. Pada dasarnya setiap kata mempunyai makna lebih dari satu tergantung pada kalimat yang menyertainya. Contoh kalimat Ambiguitas Leksikal, diantaranya:
Bulan
  • Malam ini akan datang bulan purnama “kata Datang bulan dikalimat tersebut bermakna Asli”.
  • Aku datang bulan setiap awal bulan “kata Datang bulan pada kalimat tersebut bermakna datang menstruasi pada wanita”.
Lari
Kata lari memiliki dua makna yakni mengerjar sesuatu atau menjauh dari sesuatu.
perhatikan kaliamt dibawah ini:

  • Aku berlari mengejar bus sekolahnya. (kata lari pada kalimat tersebut bermakna mengejar sesuatu)
  • Dia lari dari kenyataan.(kata lari pada kalimat tersebut bermakna menjauhi sesuatu).

Faktor Penyebab Ambiguitas

Faktor Morfologi

Keambiguan yang terjadi akibat pembentukan kata itu sendiri, Contohnya:
“Permen itu tertelan oleh adikku”

Kalimat diatas menimbulkan keambiguan, apakah:
Permen itu sengaja tertelan atau Permen itu akhirnya dapat ditelan.

Faktor Sintaksis

Faktor keambiguan ini terjadi karena susunan kata dalam kalimat yang kurang jelas. Contohnya:
“Gigit jari”
1. Salwa hanya bisa gigit jari melihat barang yang diinginkannya karena tidak memili uang.
2. Rahma menggigit jarinya hingga berdarah.

Kata gigit jari pada dua kalimat diatas memilikimakna yang berbeda yaitu gigit jari yang berarti putus asa (kalimat 1) dan gigit jari yang berarti benar-benar menggigit jari (kalimat 2).

Faktor Struktural

Faktor struktural adalah faktor keambiguitasan akibat struktur kalimat itu sendiri. Contohnya:
  • Pembagian, jadwal baru dilakukan pada hari senin. (Yang dibagi jadwal baru )
  • Pembagian jadwal, baru dilakukan pada hari senin. (Yang dibagi hari minggu adalah jadwal)
Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Pengertian Kalimat Ambigu, Jenis dan Contoh Kalimat Ambigu Beserta Penjelasannya Lengkap. Semoga  bermanfaat

Inilah Pengertian Bela Negara, Unsur Dasar, Dasar Hukum, Tujuan, Fungsi, Bentuk dan Contoh Upaya Bela Negara Lengkap

Pengertian Bela Negara, Unsur Dasar, Dasar Hukum, Tujuan, Fungsi, Bentuk dan Contoh Upaya Bela Negara Lengkap – Bela Negara adalah sikap atau perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan megara seutuhnya.

Pengertian upaya bela negara yaitu, Upaya Bela Negara adalah tekad, sikap dan perilaku warga negara yang dilakukan secara teratur, menyeluruh dan terpadu serta dijiwai oleh kecintaan pada NKRI berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dalam mejamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Unsur Dasar Bela Negara

Adapun unsur dasar dalam bela negara diantaranya:

  • Cinta Tanah Air
  • Kesadaran Berbangsa & bernegara
  • Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara
  • Rela berkorban untuk bangsa & negara
  • Memiliki kemampuan awal bela negara

Dasar Hukum Bela Negara

Dasar hukum upaya bela negara yaitu:
  • Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa semua warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
  • Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Tujuan Bela Negara

Adapun tujuan bela negara yaitu:

  • Untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara
  • Untuk melestarikan budaya
  • Untuk menjalankan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945
  • Untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara
  • Untuk menjaga identitas dan integritas bangsa dan negara.

Fungsi Bela Negara

Adapun fungsi bela negara, yaitu:
  • Mempertahankan negara dari berbagai ancaman baik dari luar ataupun dalam.
  • Menjaga keutuhan wilayah negara
  • Merupakan kewajiban setiap warga negara
  • Merupakan panggilan sejarah

Manfaat Bela Negara

Berikut adalah beberapa manfaat yang diperoleh dari bela negara:
  • Membentuk perilaku jujur, tegas, adil, tepat dan kepedulian antar sesama.
  • Membentuk sikap disiplin waktu,aktivitas dan pengaturan kegiatan lain.
  • Berbakti pada orang tua, bangsa, dan agama.
  • Membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antar sesama rekan seperjuangan.
  • Membentuk mental dan fisik yang tangguh.
  • Melatih kecepatan, ketangkasan, ketepatan individu dalam melaksanakan kegiatan.
  • Menanamkan rasa kecintaan pada Bangsa dan Patriotisme sesuai dengan kemampuan diri.
  • Melatih jiwa leadership dalam memimpin diri sendiri maupun kelompok.
  • Membentuk Iman dan Taqwa pada Agama yang dianut oleh individu.
  • Menghilangkan sikap negatif seperti malas, apatis, boros, egois, dan tidak disiplin.

Bentuk Bela Negara

Adapun bentuk bentuk upaya bela negara di Indonesia, diantaranya:

  • Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan
  • Wajib Militer
  • Pengabdian sebagai anggota TNI
  • Pengabdian Profesi
  • Pengabdian masyarakat

Contoh Bela Negara

Berikut ini adalah contoh upaya bela negara yang dapat dilakukan sehari-hari, diantaranya:
  • Menciptakan suasana rukun, damai, dan harmonis dalam keluarga.
  • Membentuk keluarga yang sadar hukum
  • Meningkatkan iman dan takwa dan iptek
  • Kesadaran untuk menaati tata tertib sekolah
  • Menyanyikan lagu kebangsaan
  • Menciptakan suasana rukun, damai, dan aman dalam masyarakat
  • Menjaga keamanan kampung secara bersama-sama
  • Mematuhi peraturan hukum yang berlaku
  • Membayar pajak tepat pada waktunya
  • Belajar dengan rajin bagi para pelajar
  • Taat pada hukum dan aturan negara
  • Memakai dan mencintai produk dalam negeri
  • Melestarikan budaya yang ada

6 Juli 2017

Inilah Pengertian Manajemen Aset, Contoh Aset, Tujuan dan Siklus Manajemen Aset Lengkap

Manajemen Aset
Pengertian Manajemen Aset, Tujuan, Contoh Aset dan Siklus Manajemen Aset Lengkap – Manajemen Aset adalah proses pengambilan keputusan dean implementasi yang sesuai dengan akusisi, penggunaan dan pembagian aset tersebut. Pengertian Aset sendiri yaitu segala sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi yang bisa dimiliki baik oleh individu, perusahaan, ataupun pemerintah yang bisa dinilai secara finansial.

Terdapat 2 jenis aset yaitu aset berwujud dan aset tak berwujud:
  • Aset Berwujud berarti aset atau kekayaan tersebut nampak dan berbentuk. Contoh aset berwujud antara lain: Bangunan, Tanah, Jalan, Peralatan dan lain sebagainya.
  • Aset Tidak Berwujud, berarti aset atau kekayaan tersebut tidak berbentuk secara fisik. Contoh aset tak berwujud antara lain: Hak Cipta dan Hak Paten.

Gima Sugiama (2013)

Menurut Gima Sugiama, Manajemen Aset adalah ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang mencakup proses merencanakan kebutuhan aset, mendapatkan, menginventarisasi, melakukan legal audit, menilai, mengoperasikan, memelihara, membaharukan, atau menghapuskan hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien.

Departemen Transportasi Amerika Serikat (1996)

Menurut Departemen Transportasi Amerika Serikat, Management Asset is a systematic process of maintaining, upgrading, and operating physical assets cost effectively.It combines engineering principles with sound business practices and economic theory, and it provides tools to facilitate a more organized, logical approach to decision making.Thus, asset management provides a framework for handling both short and longrange planning.

Siregar (2004)

Menurut Siregar, Manajemen aset adalah salah satu profesi atau keahlian yang belum sepenuhnya berkembang atau populer di lingkungan pemerintahan maupun di satuan kerja atau instansi

Tujuan Manajemen Aset

Adapun tujuan dari manajemen aset yaitu:
  • Meminimisasi biaya selama umur aset bersangkutan
  • Dapat menghasilkan laba maksimum
  • Menunjukan kejelasan status kepemilikan aset
  • Menginventarisasi kekayaan daerah dan masa guna aset
  • Untuk mengamankan aset
  • Sebagai dasar penyusunan neraca akuntansi
  • Dapat mencapai penggunaan serta pemanfaatan aset secara optimum

Siklus Manajemen Aset

Adapun tahapan-tahapan dari manajemen aset yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu siklus. Berikut siklus manajemen aset:

Perencanaan Kebutuhan Aset

Pada tahap ini pihak manajemen aset merencanakan hal apa saja yang dibutuhkan untuk pengelolaan aset. Misalnya kebutuhan untuk pengadaan, inventarisasi, perawatan dan lain sebagainya.

Pengadaan Aset

Pengadaan aset ini merupakan kegiatan untuk mendapatkan aset. Aset seperti barang atau jasa dapat diperoleh dengan menggunakan biaya sendiri atau dari pihak lain begitupun dengan pelaksanaannya.

Inventarisasi Aset

Tahap ini merupakan rangkaian kegiatan mengidentifikasi kualitas dan kuantitas aset secara fisik ataupun non fisik dan secara yuridis atau legal, tiap aset diberi kodefikasi dan didokumentasikan untuk kepentingan pengelolaan aset bersangkutan.

Legal Audit Aset

Pada tahap ini dilakukan pengauditan mengenai status aset, sistem dan prosedur pengadaan, sistem dan prosedur pengalihan. Selain itu, dilakukan pula pengidentifikasian adanya indikasi permasalahan legalitas, sekaligus pencarian solusi untuk masalah tersebut atau yang terkait penguasaan dan pengalihan aset.

Penilaian Aset

Tahap ini merupakan proses kerja untuk menentukan nilai aset yang dimiliki, sehingga bisadi ketahui dengan jelas nilai kekayaan yang dimiliki, yang akan dialihkan ataupun yang akan dihapuskan.
Pengoperasian Dan Pemeliharaan Aset
Pada tahap ini aset yang dimiliki dimanfaatkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan guna mencapai suatu tujuan. Selain itu segala bentuk aset juga dijaga dan diperbaiki agar bisa dioperasikan dan berfungsi sesuai dengan harapan.

Penghapusan Aset

Setelah melakukan penilaian aset, maka akan terlihat aset yang kira-kira tidak terlalu menguntungkan bagi perusahaan. Aset-aset tersebut selanjutnya akan masuk tahap penghapusan.Tahap penghapusan terbagi menjadi dua bagian yaitu:
  • Pengalihan Aset
    Usaha memindahkan hak dan atau tanggung jawab, wewenang, kewajiban penggunaan, pemanfaatan dari sebuah unit kerja ke unit yang lainnya di lingkungan sendiri seperti penjualan, penyertaan modal, dan lainnya.
  • Pemusnahan Aset
    Usaha untuk mengurangi aset dengan cara dimusnahkan atau dihancurkan karena sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Pembaharuan  atau Rejuvinasi Aset

Selain penghapusan, aset yang sudah tidak produktif bisa diperbaharui agar dapat dimanfaatkan kembali hingga umur ekonomisnya habis. Peremajaan ini bisa berupa perbaikan menyeluruh maupun penggantian suku cadang dengan tujuan aset bisa beroperasi seperti  semula.
Demikian artikel tentang”Pengertian Manajemen Aset, Contoh Aset, Tujuan dan Siklus Manajemen Aset Lengkap“, semoga bermanfaat.

Inilah Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Terlengkap

Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Terlengkap – Larutan Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan tersebut menjadi konduktor elektrik atau dapat menhantarkan listrik. Elektrolit dapat berupa air, asam, basa ataupun senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk asam, atau garam. 

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. Larutan elektrolit terdapat ion-ion yang berbeda muatan dan bergerak bebas. Bila arus listrik dihubungkan, kation bergerak menuju katode dan anion bergerak menuju anode sehingga arus listrik mengalir dalam sistem tersebut. Berikut gambar elektrode yang terhubung dengan sumber tegangan.


Jenis-Jenis Larutan Elektrolit

Larutan elektrolit terbagi menjadi 3 yaitu larutan elektrolit kuat, larutan eklektrolit lemah dan non elektrolit.

Larutan Elektrolit Kuat

Larutan elektrolit kuat adalah larutan elektrolit yang menghantarkan arus listrik dengan baik. Larutan Elektrolit kuat identik dengan asam kuat, basa kuat dan garam kuat. Contoh larutan elektrolit kuat: HCl, HI, HBr, H2SO4, HNO3, HClO4, Fe (OH3), NaOH, Ca(OH2), Mg(OH2), KOH, NaCl, KCl, CuSO4, KNO3 dan lainnya.

Ciri-Ciri Larutan Elektrolit Kuat
Larutan lektrolit kuat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Penghantar arus listrik yang baik atau kuat
  • Terionisasi dengan semurna
  • Tetapan atau derajat ionisasi a=1
  • Apabila diuji, larutan elektrolit kuat memiliki lampu yang terang dan muncul banyak gelembung gas.

Larutan Elektrolit Lemah

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang kurang baik dalam menghantarkan listrik. Contoh larutan elektrolit lemah: HCN, H3PO4, CH3COOH, C2O3, NH4OH, Al(OH3), Fe(OH)3), HF, HNO2, NH3, dan lainnya

Ciri-Ciri Larutan Elektrolit Lemah
Larutan Elektrolit lemah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Penghantar listrik yang kurang baik atau lemah
  • Terionisasi sebagian
  • Tetapan atau derajat ionisasi (a) 0< a <1
  • Apabila diuji, larutan elektrolit lemah nyala lampunya lemah dan muncul gelembung gas yang sedikit.

Larutan Non Elektrolit

Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik karena larutan tersebut tidak dapat menghasilkan ion-ion. Contoh larutan non elektrolit antara lain: Larutan urea (CON2H4 atau (NH2)2CO), Larutan sukrosa (C12H22O11) Larutan glukosa (C6H12O6), Larutan alkohol (C2H5OH, CH3OH, dan lainnya)

Ciri-Ciri Larutan Non Elektrolit
Berikut ini adalah ciri-ciri Larutan non elektrolit:
  • Tidak dapat terionisasi
  • Tidak dapat menghantarkan arus listrik atau isolator
  • Tetapan atau derajat ionisasi (a) a = 0
  • Jika diuji, Larutan Non Elektrolit, tidak menyala dan tidak muncul gelembung gas.

Sifat Daya Hantar Listrik dalam Larutan

Larutan tergolong dalam campuran homogen yang terdiri atas zat pelarut dan zat terlarut. Pelarut yang biasa digunakan yaitu air. Sedangkan zat terlarut terdiri dari berbagai senyawa ion maupun kovalen. Sifat daya hantar listrik zat yang terlarut dalam air dapat diketahui dengan uji nyala.

Sifat Daya Hantar Listrik dalam Larutan

Demikian penjelasan kami tentang ”Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Terlengkap“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

5 Juli 2017

Inilah Pengertian Bullying, Penyebab, Bentuk, Macam Jenis dan Dampak Bullying Lengkap

Pengertian Bullying, Penyebab, Bentuk, Macam Jenis dan Dampak Bullying Lengkap  Bullying atau Penindasan adalah penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaaan untuk menylahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Hal tersebut meliputi pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan bisa diarahkan berulang pada korban tertentu atas dasar agama, kemampuan, gender, ras dan lain sebagainya.


Bullying

Pengertian Bullying yang lain yaitu, Bullying adalah aktivitas yang dilakukan dengan tujuan memojokan orang lain dengan nada merendahkan, mengolok-olok hingga kekerasan fisik.
Biasanya bullying terjadi bukan karena marah atau konflik yang tak terselesaikan, akan tetapi lebih merujuk pada rasa superioritas atau dengan kata lain untuk menunjukan bahwa pelaku bully yang paling kuat dam punya hak untuk merendahkan, menghina atau bertindak semena-mena pada orang lain.

Penyebab Bullying

Adapun beberapa penyebab tejadinya perilaku bullying ini, diantaranya:
  • Adanya rasa Ingin Berkuasa
  • Akibat kurang perhatian dari orang sekitar
  • Pelaku pernah menjasi korban kekerasan
  • Akibat sering berkelahi
  • Akibat meniru tindakan kekerasan dari film atau game
  • Dan lain sebagainya

Bentuk-Bentuk Bullying

Terdapat 2 bentuk penindasan, yaitu penindasan fisik dan penindasan psikologis.

Penindasan Fisik

Bentuk penindasan ini dilakukan dengan kontak secara fisik yang menyebabkan sakit fisik, luka, cedera, atau penderitaan fisik lainnya. Contoh bentuk tindakan bullying fisik yaitu memukul, , menendang san lain sebagainya.

Penindasan Psikologis

Bentuk penindasan ini menyebabkan trauma psikologis, ketakutan, depresi, kecemasan, stres dan juga kegalauan/gusar bagi penerima bullying.

Macam Macam Bullying

Terdapat beberapa jenis bullying. Bentuk bullying dapat berupa tindakan fisik atau verbal baik dapat dilakukan langsung atau tidak langsung.

Menurut Barbara Coloroso (2006:47-50), Terdapat 4 jenis Bullying yaitu:

Bullying Secara Verbal

Jenis tindakan yang dilakukan pada bullying ini yaitu berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual, terror, surat-surat yang mengintimidasi, gosip dan sebagainya. Bullying dalam bentuk verbal merupakan salah satu jenis bullying yang paling mudah dilakukan dan bullying ini akan menjadi awal dari perilaku bullying lainnya.

Bullying Secara Fisik

Jenis bullying ini berupa memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barang milik anak yang ditindas. Bullying jenis ini merupakan jenis bullying yang paling tampak dan mudah diidentifikasi, namun kejadian bullying secara fisik tidak sebanyak bullying bentuk lain. Remaja yang kerap melakukan bullying dalam bentuk fisik kerap yaitu remaja yang paling bermasalah dan cenderung akan beralih pada tindakan kriminal yang lebih lanjut.

Bullying Secara Relasional

Jenis bullying ini merupakan jenis bullying berupa pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Perilaku ini dapat mencakup sikap yang tersembunyi seperti pandangan agresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan bahasa tubuh yang mengejek.
Perilaku bullying jenis ini cenderung yang paling sulit dideteksi dari luar. Bullying secara relasional mencapai puncak kekuatan pada awal masa remaja, karena saat tersebut terjadi perubahan fisik, mental emosional dan seksual remaja serta mencoba mengetahui diri dan menyesuaikan diri dengan teman sebaya.

Bullying Elektronik

Bullying jenis ini merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelaku melalui sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chatting room, e-mail, SMS dan lain sebagainya. Bullying ini biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang bersifat mengintimidasi, menyakiti atau menyudutkan. Bullying jenis ini biasanya dilakukan oleh kelompok remaja yang telah mempunyai pemahaman yang cukup baik pada sarana teknologi informasi dan media elektronik lainnya.
Menurut Riauskina, Djuwita, dan Soesetio (2005), Terdapat 5 jenis bullying yaitu
  • Kontak fisik langsung, seperti: memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang yang dimiliki orang lain.
  • Kontak verbal langsung, seperti: mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama, sarkasme, merendahkan, mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, menyebarkan gosip.
  • Perilaku non-verbal langsung, seperti: melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam, biasanya disertai oleh bullying fisik atau verbal.
  • Perilaku non-verbal tidak langsung, seperti: mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng.
  • Pelecehan seksual, terkadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal. Meskipun laki-laki dan perempuan melakukan bullying cenderung menggunakan bullying verbal, tetapi umumnya, perilaku bullying fisik lebih banyak dilakukan laki-laki dan bullying verbal banyak dilakukan perempuan.

Dampak Bullying

Bullying dapat berdampak positif ataupun negatif bagi pelaku, penerima ataupun pihak lainnya. Berikut ini adalah dampak tindakan bulliying.

Dampak Negatif

Korban bullying lebih berisiko mengalami berbagai masalah, baik secara fisik maupun mental. Adapun masalah yang mungkin terjadi pada korban bullying antara lain:
  • Munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur. Masalah tersebut
  • kemungkinan akan terbawa hingga korban dewasa.
  • Keluhan kesehatan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot.
  • Rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah.
  • Penurunan semangat belajar dan prestasi akademis.
  • Dalam kasus yang cukup langka, korban bullying mungkin akan menunjukkan sifat kekerasan.

Dampak Positif

Bullying dapat mendorong munculnya berbagai perkembangan positif bagi korban bullying. Korban bullying cenderung akan:
  • Lebih kuat dan tegar menghadapi masalah.
  • Termotivasi untuk menunjukkan potensinya agar tidak direndahkan lagi.
  • Termotivasi untuk berintrospeksi diri sendiri.
Demikian penjelasan tentang Pengertian Bullying, Penyebab, Bentuk, Macam Jenis, Dampak Bullying Lengkap . Semoga postingan ini bermanfaat.